Senin, 20 Oktober 2014

Merbabu, Pendakian Terheboh Kita (Part II)



Lanjutan
Jam 2 pagi kita prepare menuju puncak Merbabu, Kentheng songo. Angin kala itu lumayan bikin kerudung berkibar-kibar alias kenceng cyiin. Dari atas kelihatan kota Selo terang menderang dan Gunung merapi samar – samar tertutup kabut. Gak melewatkan moment ini untuk berfoto ria walaupun mata masih sepet.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, irfan yang berada di depan memimpin gue untuk menapaki jejak di puncak Merbabu. Treknya nanjak ampun – ampunan. Lewatin padang edelwis yang tingginya hampir 1,5 meter. Tibalah kita di sabana 1. Hamparan rumput yang luas tapi langit masih enggan menampakkan cahayanya (yaiyalah masih subuh keleus...).


Sabana 1 ke sabana 2 itu gak jauh kok. Sekitar 15 menit. Ya kalian bisa mngira-ngira lah kalo napas kalian kuat untuk ngebut. Paling 5 menit nyampe. Kalo gue karna efek dingin jadi lama jalannya.
Kita sangat menikmati perjalanan itu tanpa ada rasa buru – buru. Banyak para pendaki yang mengejar “golden moment” tapi kita hanya menikmati dibalik gunung kukusan.

Indaaaaah banget cahayanya menguning diantara birunya langit dan masih terlihat kilauan bulan. Duduk dan meresapi betapa indahnya negeri ini, dan gue merasa beruntung bisa melihat dan menikmatinya berdua sama abang irfan. Ciyeee..
Sunrise – Puncak Triangulasi
Ini moment yang paling menciutkan nyali gue. KENAPA? Sesudah menikmati sunrise kita bersiap melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Kabut makin lama makin tebal dan menutup matahari. Udara semakin menusuk kala itu. Trek semakin ke atas semakin curam dan licin. Kaki gue semakin berat melangkah dan memperlambat irfan buat ke puncak. Tapi kesabarannya dia itu luar biasa, dia ga memaksakan gue untuk sampai ke puncak. Tapi niat untuk menapaki Merbabu membuat kaki gue masih sanggup berjalan.
Setiap tiga langkah istirahat, tiga langkah istirahat..begitu sampai puncak. Alhasil gue sampai di puncak jam 8 pagi. HAHA.. yah walaupun lambat asal selamat.
Pemandangan dipuncak cuma kabut. Untungnya pas di puncak gak hujan sama sekali, jadi bisa foto sambil bikin video ala ala syarini. Hahahaha (iyeeeuh..)
Kita ga melanjutkan ke puncak Khenteng songo, karena kondisi fisik gue yang udah gak memungkinkan untuk kesana. Dengan sangat terpaksa turun dan kembali ke camp.
Suatu hari nanti, kita akan datang kembali menjejakkan kaki di Merbabu..mungkin via jalur lain.











0 komentar:

Posting Komentar