Lanjutan
Jam 2 pagi kita prepare menuju puncak Merbabu, Kentheng
songo. Angin kala itu lumayan bikin kerudung berkibar-kibar alias kenceng
cyiin. Dari atas kelihatan kota Selo terang menderang dan Gunung merapi samar –
samar tertutup kabut. Gak melewatkan moment ini untuk berfoto ria walaupun mata
masih sepet.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, irfan yang
berada di depan memimpin gue untuk menapaki jejak di puncak Merbabu. Treknya
nanjak ampun – ampunan. Lewatin padang edelwis yang tingginya hampir 1,5 meter.
Tibalah kita di sabana 1. Hamparan rumput yang luas tapi langit masih enggan
menampakkan cahayanya (yaiyalah masih subuh keleus...).
Sabana 1 ke sabana 2 itu gak jauh kok. Sekitar 15 menit. Ya kalian bisa mngira-ngira lah kalo napas kalian kuat untuk ngebut. Paling 5 menit nyampe. Kalo gue karna efek dingin jadi lama jalannya.
Kita sangat menikmati perjalanan itu tanpa ada rasa buru –
buru. Banyak para pendaki yang mengejar “golden moment” tapi kita hanya
menikmati dibalik gunung kukusan.
Indaaaaah banget cahayanya menguning diantara
birunya langit dan masih terlihat kilauan bulan. Duduk dan meresapi betapa
indahnya negeri ini, dan gue merasa beruntung bisa melihat dan menikmatinya
berdua sama abang irfan. Ciyeee..
Indaaaaah banget cahayanya menguning diantara
birunya langit dan masih terlihat kilauan bulan. Duduk dan meresapi betapa
indahnya negeri ini, dan gue merasa beruntung bisa melihat dan menikmatinya
berdua sama abang irfan. Ciyeee..
Sunrise – Puncak Triangulasi
Ini moment yang paling menciutkan nyali gue. KENAPA? Sesudah
menikmati sunrise kita bersiap melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Kabut
makin lama makin tebal dan menutup matahari. Udara semakin menusuk kala itu. Trek
semakin ke atas semakin curam dan licin. Kaki gue semakin berat melangkah dan
memperlambat irfan buat ke puncak. Tapi kesabarannya dia itu luar biasa, dia ga
memaksakan gue untuk sampai ke puncak. Tapi niat untuk menapaki Merbabu membuat
kaki gue masih sanggup berjalan.
Setiap tiga langkah istirahat, tiga langkah istirahat..begitu
sampai puncak. Alhasil gue sampai di puncak jam 8 pagi. HAHA.. yah walaupun
lambat asal selamat.
Pemandangan dipuncak cuma kabut. Untungnya pas di puncak gak
hujan sama sekali, jadi bisa foto sambil bikin video ala ala syarini. Hahahaha (iyeeeuh..)
Kita ga melanjutkan ke puncak Khenteng songo, karena kondisi
fisik gue yang udah gak memungkinkan untuk kesana. Dengan sangat terpaksa turun
dan kembali ke camp.

















0 komentar:
Posting Komentar